Let me tell
you something: Keuangan dan Hobi Traveling
Source: Google.com
Setelah sekian lama gw gak nulis di blog ini
yang mungkin kalau dianalogikan sebagai sebuah ruangan, ini akan banyak
dipenuhi debu dan jaring laba-laba di mana pun. Oke gak lucu!
Maaf! Mungkin selama ini blog ini hanya dipenuhi dengan tulisan melankolis,
sekarang gw akan berusaha untuk sedikit lebih berwarna dari sebelumnya
:)
Kesempatan ini akan gw gunakan untuk bercerita
mengenai hobi traveling gw yang mungkin terlihat membutuhkan
biaya yang tidak sedikit. To be honest, kebanyakan perjalanan yang gw
lakukan adalah jenis perjalanan low budget atau cenderung backpacker,
perjalanan low budget-nya biasanya masih sekitaran Bogor ke lokasi
wisata alam yang biasanya lebih sering ke curug (air terjun) atau taman
nasional untuk trekking. Gw jalan paling jauh kemana sih?
Luar Bogor paling baru Pulau Seribu (masih Jakarta yaa ini), Sukabumi
dan Jogjakarta. Ini lebih ke backpacker dengan fasilitas semurah-murahya
:D Gw bukan orang yang mengharuskan traveling mewah, asal gw nyaman
gw jabanin (nyaman relatif sih yaa), traveling buat
gw adalah destinasi bukan akomodasinya (asyik gak tuh? Bold cetak
miring hahaha). Sebenarnya gw lebih realistis dengan keuangan.
Saat ini gw masih jobless dan masih luntang lantung di negeri
orang dengan keuangan yang 100%nya masih disokong dari rumah dengan jumlah yang
sama sejak gw kuliah dan tinggal di Bogor (itupun sudah termasuk biaya
tinggal gw di kostan). Kurang tau sih dengan uang saku gw
yang segitu termasuk gede atau enggak, yang pasti buat gw
uang segitu cukup bahkan kadang lebih, dan dari situlah biaya traveling
gw selama ini. Gw gak berani minta uang lebih untuk hobi gw
ini, karena menurut gw ini adalah tanggung jawab gw terhadap diri
gw sendiri. Gimana enggak? yang jalan-jalan gw,
yang nikmatin gw, yang senang-senang gw masa gw harus
membebankan orang tua untuk itu? gw cukup tau diri dengan keadaan gw
yang ‘sekarang’ dan masih dikirim uang bulanan. Kalau ditanya jumlahnya mungkin
setelah dikurang biaya kostan, uang bulanan gw masih setengahnya UMR
Bogor nah kira-kira segitu, gw gak mau kasih tau
secara gamblang ah dan silakan nilai itu termasuk gede atau
kecil.
Tinggal jauh dari keluarga sedikit banyak membuat gw
paham tentang manajemen keuangan, setidaknya demi keberlangsungan hidup gw
selama satu bulan kedepan setelah mendapat kiriman uang. Menentukan mana yang
harus diprioritaskan, harus pandai memilah mana hal yang benar-benar dibutuhkan
dan mana yang hanya sekedar keinginan. Menyesuaikan keuangan dengan keadaan
genting, apalagi saat masih kuliah yang mengharuskan print laporan
minimal 2-3 laporan tiap minggunya. Saat itu yang menjadi prioritas utama
setelah biaya kostan adalah biaya laporan, jadi harus menekan keinginan untuk
belanja atau sekedar makan di tempat fancy, daripada gak makan
diakhir bulan kan? :D. Beruntung jurusan kuliah gw lebih sering
mengharuskan gw untuk mengunjungi tempat-tempat wisata, walaupun untuk
mendapatkan data laporan dipertemuan berikutnya, tapi setidaknya bisa sedikit
cuci mata (lah jadi curhat). Kembali ke pengaturan keuangan gw,
prioritas utama gw hingga 1 tahun setelah resmi menjadi alumni adalah
tempat tinggal. Kemudian berlanjut pada kebutuhan pangan. Gw selama ini gak
punya patokan biaya untuk makan, kalau bisa yaa semurah-murahnya. Sesekali
belanja dan makan di tempat fancy juga gak masalah, asal masih
dalam batas wajarnya gw, karena ‘batas wajar’ itu relatif. Nah dengan
sisa uang bulanan itulah gw bisa traveling atau sekedar jalan
mengusir suntuk seperti ke curug. Traveling itu gak harus mahal,
yang penting bisa menikmati setiap destinasi yang dikunjungi, setidaknya
begitulah menurut gw. Tiket masuk destinasinya mungkin tidak bisa
ditawar, tapi kita masih bisa memilih makanan, transportasi dan penginapan yang
murah tapi tetap enak dan nyaman. Jadi, Ayo jalan-jalan! Selagi masih ada
kesempatan. Karena kadang punya uang saja tidak akan berarti jika kita tidak
memiliki waktu untuk traveling atau sekedar jalan sebentar karena
padatnya aktivitas. Manusia itu butuh refreshing loh paling tidak
dengan sedikit berekreasi :) Oh ya, mengenai gambar yang gw sisipkan di
atas bisa dikaitkan dengan traveling, kira-kira maksudnya seperti ini:
- Saat Remaja : Punya waktu dan tenaga, tapi tidak punya banyak uang untuk traveling
- Saat Bekerja : Punya uang dan tenaga, tapi tidak punya waktu untuk traveling
- Saat Hari Tua : Punya uang dan waktu, tapi tidak punya tenaga untuk traveling
Jadi, semua itu tergantung kepada diri kita sendiri,
kepada kemampuan kita untuk dapat memanajemen waktu, tenaga dan uang yang kita
miliki :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar