Kamis, 09 November 2017

Let me tell you something: Keuangan dan Hobi Traveling

Let me tell you something: Keuangan dan Hobi Traveling


Source: Google.com

Setelah sekian lama gw gak nulis di blog ini yang mungkin kalau dianalogikan sebagai sebuah ruangan, ini akan banyak dipenuhi debu dan jaring laba-laba di mana pun. Oke gak lucu! Maaf! Mungkin selama ini blog ini hanya dipenuhi dengan tulisan melankolis, sekarang gw akan berusaha untuk sedikit lebih berwarna dari sebelumnya :)

Kesempatan ini akan gw gunakan untuk bercerita mengenai hobi traveling gw yang mungkin terlihat membutuhkan biaya yang tidak sedikit. To be honest, kebanyakan perjalanan yang gw lakukan adalah jenis perjalanan low budget atau cenderung backpacker, perjalanan low budget-nya biasanya masih sekitaran Bogor ke lokasi wisata alam yang biasanya lebih sering ke curug (air terjun) atau taman nasional untuk trekking. Gw jalan paling jauh kemana sih? Luar Bogor paling baru Pulau Seribu (masih Jakarta yaa ini), Sukabumi dan Jogjakarta. Ini lebih ke backpacker dengan fasilitas semurah-murahya :D Gw bukan orang yang mengharuskan traveling mewah, asal gw nyaman gw jabanin (nyaman relatif sih yaa), traveling buat gw adalah destinasi bukan akomodasinya (asyik gak tuh? Bold cetak miring hahaha). Sebenarnya gw lebih realistis dengan keuangan. Saat ini gw masih jobless dan masih luntang lantung di negeri orang dengan keuangan yang 100%nya masih disokong dari rumah dengan jumlah yang sama sejak gw kuliah dan tinggal di Bogor (itupun sudah termasuk biaya tinggal gw di kostan). Kurang tau sih dengan uang saku gw yang segitu termasuk gede atau enggak, yang pasti buat gw uang segitu cukup bahkan kadang lebih, dan dari situlah biaya traveling gw selama ini. Gw gak berani minta uang lebih untuk hobi gw ini, karena menurut gw ini adalah tanggung jawab gw terhadap diri gw sendiri. Gimana enggak? yang jalan-jalan gw, yang nikmatin gw, yang senang-senang gw masa gw harus membebankan orang tua untuk itu? gw cukup tau diri dengan keadaan gw yang ‘sekarang’ dan masih dikirim uang bulanan. Kalau ditanya jumlahnya mungkin setelah dikurang biaya kostan, uang bulanan gw masih setengahnya UMR Bogor nah kira-kira segitu, gw gak mau kasih tau secara gamblang ah dan silakan nilai itu termasuk gede atau kecil.

Tinggal jauh dari keluarga sedikit banyak membuat gw paham tentang manajemen keuangan, setidaknya demi keberlangsungan hidup gw selama satu bulan kedepan setelah mendapat kiriman uang. Menentukan mana yang harus diprioritaskan, harus pandai memilah mana hal yang benar-benar dibutuhkan dan mana yang hanya sekedar keinginan. Menyesuaikan keuangan dengan keadaan genting, apalagi saat masih kuliah yang mengharuskan print laporan minimal 2-3 laporan tiap minggunya. Saat itu yang menjadi prioritas utama setelah biaya kostan adalah biaya laporan, jadi harus menekan keinginan untuk belanja atau sekedar makan di tempat fancy, daripada gak makan diakhir bulan kan? :D. Beruntung jurusan kuliah gw lebih sering mengharuskan gw untuk mengunjungi tempat-tempat wisata, walaupun untuk mendapatkan data laporan dipertemuan berikutnya, tapi setidaknya bisa sedikit cuci mata (lah jadi curhat). Kembali ke pengaturan keuangan gw, prioritas utama gw hingga 1 tahun setelah resmi menjadi alumni adalah tempat tinggal. Kemudian berlanjut pada kebutuhan pangan. Gw selama ini gak punya patokan biaya untuk makan, kalau bisa yaa semurah-murahnya. Sesekali belanja dan makan di tempat fancy juga gak masalah, asal masih dalam batas wajarnya gw, karena ‘batas wajar’ itu relatif. Nah dengan sisa uang bulanan itulah gw bisa traveling atau sekedar jalan mengusir suntuk seperti ke curug. Traveling itu gak harus mahal, yang penting bisa menikmati setiap destinasi yang dikunjungi, setidaknya begitulah menurut gw. Tiket masuk destinasinya mungkin tidak bisa ditawar, tapi kita masih bisa memilih makanan, transportasi dan penginapan yang murah tapi tetap enak dan nyaman. Jadi, Ayo jalan-jalan! Selagi masih ada kesempatan. Karena kadang punya uang saja tidak akan berarti jika kita tidak memiliki waktu untuk traveling atau sekedar jalan sebentar karena padatnya aktivitas. Manusia itu butuh refreshing loh paling tidak dengan sedikit berekreasi :) Oh ya, mengenai gambar yang gw sisipkan di atas bisa dikaitkan dengan traveling, kira-kira maksudnya seperti ini:
  •     Saat Remaja : Punya waktu dan tenaga, tapi tidak punya banyak uang untuk traveling
  •     Saat Bekerja : Punya uang dan tenaga, tapi tidak punya waktu untuk traveling
  •     Saat Hari Tua : Punya uang dan waktu, tapi tidak punya tenaga untuk traveling

Jadi, semua itu tergantung kepada diri kita sendiri, kepada kemampuan kita untuk dapat memanajemen waktu, tenaga dan uang yang kita miliki :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar