Selasa, 22 Januari 2013

KAKAK MINTA MAAF, ASHA


KAKAK MINTA MAAF, ASHA

Suatu sore asha duduk sendiri ditaman belakang rumahnya. Gerimis turun membasahi bumi, Asha tengah bersedih, kucing kesayangannya Chatty mati. Padahal tadi pagi saat ia akan berangkat kesekolah Chatty masih riang bermain dan berlari kesana kemari.
“Asha,,masuk sayang,,hujan.”bunda lembut membujuk
“Asha mau main sama Chatty bunda,,,”Asha terisak
“sudah sayang,,Asha jangan nangis,,Chatty pergi,karna tuhan sayang sama Chatty”
Asha berhenti menangis,,bunda duduk menatap Asha,gurat kesedihan masih terlihat diwajah gadis kecil berusia 5 tahun tersebut.
“udah, sekarang Asha masuk ya,,Asha belum makan kan..???”
Asha menggeleng,,bunda beranjak berdiri,,
“yuk sekarang makan dulu,,bunda udah masakin makanan kesukaan Asha,kak Aray juga udah nunggu Asha tuh” bunda tersenyum,kemudian membimbing Asha berdiri,
Asha mengangguk “ kakak udah pulang nda..? “
“udah sayang,,yuk kedalam”
Asha menurut, mulai bersemangat masuk mendahului bunda. Entah apa yang di pikirkan gadis kecil itu.
Ruang makan sedikit membuat Asha melupakan kesedihannya, Aray yang berusia 7 tahun lebih besar dari Asha dengan mudah membuat Asha kembali ceria.
Hari demi hari kesedihan Asha semakin berkurang, Aray selalu menemani Asha bermain.
Tepat di hari ulang tahun Asha yang ke-6, Aray membelikan seekor kelinci untuk Asha.
“Asha lagi ngapain ? “ Aray menghampiri Asha
“Asha lagi liatin fotonya Chatty kak,,Asha kangen sama Chatty”
“Udah,,simpen dulu fotonya,,kakak punya sesuatu buat Asha “
“apa kak..?”
Aray menyodorkan sebuah kotak sambil mengucapkan selamat
“selamat ulang tahun Asha,,ini buat Asha”
“makasi kak,,ini apa?”
“buka dech,,pasti Asha suka” Aray tersenyum
Asha membuka kotak kadonya,setelah membukanya Asha riang tersenyum
“makasi kak Aray,,Asha suka kelincinya” Asha tersenyum memeluk Aray
Sejak hari itu Asha selalu merawat kelincinya, meminta Ayah untuk membuatkan rumah mini bagi kelincinya ditaman belakang.
Suatu hari sepulang sekolah, seperti biasa setelah mengganti pakaian Asha mencari bunda. Asha mencari didapur, dikamar, tapi ia tidak menemukan bunda.
Kemudian Asha teringat untuk bertanya pada kak Rasya sepupunya yang tinggal untuk beberapa hari dirumah, Asha berjalan kekamar kak Rasya.
“kak,,kak Rasya” Asha mengetuk pintu kamar kak Rasya
dari dalam terdengar suara langkah mendekati pintu, tak lama pintu terbuka
“Asha udah pulang sayang..?? yuk kita makan dulu” kak Rasya tersenyum
“udah kak,bunda mana kak..??”
“Bunda lagi dirumah sakit,kakak nunggu kamu pulang,nanti kita nyusul yaa” kak Rasya menjawab sambil membimbing Asha keruang makan
Asha menurut, tidak bertanya lagi. Asha dengan cepat menghabiskan makan siangnya. Kemudian kak Rasya mengajaknya kerumah sakit.
“Siapa yang sakit kak??” Asha bertanya
“kak Aray sayang,,tadi kak Aray keserempet” kak Rasya mencoba menjelaskan, entah Asha mengerti atau tidak ia hanya mengangguk, tidak bertanya lagi.
Sesampainya dirumah sakit, mereka langsung menuju ruang inap Aray. Aray belum siuman,perban membungkus tangan dan dahinya. Bunda berusaha tersenyum dengan mata yang sedikit sembab.
“Asha udah makan sayang??”berusaha terlihat seperti biasa
“Udah nda,tadi Asha ditemenin kak Rasya. Kak Aray kenapa nda..? kok tangannya pakai perban..??”
“kak Aray lagi istirahat sayang,,itu tangannya kak Aray luka,makanya di perban.”
Asha hanya mengangguk entah mengerti atau tidak.
Setelah dua jam, akhirnya Aray siuman. Bunda yang berada di sampingnya tersenyum, Aray mencoba menggerakkan tangan kanannya, tapi tidak bisa, tangannya patah .
“bunda,,,tangan Aray kenapa..??”
“Tangan Aray patah sayang, jangan digerakkin dulu ya,,nanti pasti sembuh kok.”bunda tersenyum.
Aray mengangguk, memperhatikan Asha yang berada di samping kirinya.
“Asha,,maafin kak Aray ya,,kakak jahat sama Asha.”
“kakak jangan ngomong gitu,kak Aray baik,kakak gak pernah jahat sama Asha..”
Airmata Aray berlinang, dalam hati ia mengutuk dirinya sendiri, kucing kesayangan Asha tidak mati, tapi waktu itu Aray tidak sengaja mengusir kucing itu,meletakkannya di luar rumah. Padahal kucing itu tidak pernah berada di luar rumah,kucing itu hilang itu salahnya.
“Asha,,maafin kakak,kucing Asha nggak pernah mati,,kucing Asha hilang. Itu gara gara kakak,maafin kakak Asha “ airmata mengalir dari sudut mata Aray,
Asha mengambil tissu untuk menghapus airmata kakaknya,,
“kakak nggak boleh nangis, kak Aray nggak salah, Chatty memang nakal,,Asha nggak marah sama kakak,,Asha sayang sama kak Aray..”Asha tersenyum,semua yang berada di ruangan itu terharu melihatnya,anak sekecil Asha memiliki kekuatan memaafkan yang luar biasa,,terkadang dalam beberapa hal orang dewasa memang perlu belajar kepada anak kecil.

                                                                           ***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar