KADO
TERAKHIR
Suatu hari
di sebuah taman di pusat kota. Rasya duduk sendiri di sebuah bangku yang
terletak di pojok taman, ia menunduk, raut wajahnya menggambarkan kesedihan.
“Riza,,,kenapa kamu pergi..?? kenapa..???kamu gak kasihan sama aku..???” Rasya terisak,
taman itu adalah taman tempat dimana Rasya dan Riza selalu bersama, tempat kedua setelah rumah yang menjadi tempat favorit mereka untuk berbagi cerita.
Riza adalah sahabat terbaik Rasya, mereka bersahabat sejak duduk di bangku SMA. Dua hari lalu Riza pergi menghadap sang Khaliq, penyakit yang dideritanya telah melumpuhkan seluruh saraf.
Sehari sebelum kepergiannya, Riza menitipkan sebuah kado untuk Rasya kepada ibunya. Dan hari ini, dua hari setelah kepergian Riza, tepat di hari ulang tahun Rasya, ibu Riza memberikannya kepada Rasya.
Rasya membuka bungkusan kadonya, kemudian ia membaca secarik kertas beraroma mawar,aroma yang sangat disukai Riza, kertas bertuliskan tulisan tangan Riza yang rapi.
“Selamat ulang tahun Rasya,,,,
Selama ulang tahun sahabatku,,,
Semoga kamu suka Rasya :) :) :)
Mungkin hari ini aku udah gak ada di samping kamu, seperti tahun - tahun sebelumnya,,
Saat kita bisa sama - sama ngerayain ulang tahun kita :)
Tapi aku janji bakal tetap duduk manis di hati kamu
Kamu ingat,,aku pernah bilang
‘suatu saat nanti aku pengen jadi seperti merpati di taman ini, agar aku tetap bisa nemenin kamu kapan aja’
Kamu lihatkan,,merpati – merpati itu akan tetap di sini jagain kamu,,
Kamu jangan sedih ya,,aku selalu ada buat kamu :)...
Salam manis,,
Sahabatmu
Riza
“Riza,,,kenapa kamu pergi..?? kenapa..???kamu gak kasihan sama aku..???” Rasya terisak,
taman itu adalah taman tempat dimana Rasya dan Riza selalu bersama, tempat kedua setelah rumah yang menjadi tempat favorit mereka untuk berbagi cerita.
Riza adalah sahabat terbaik Rasya, mereka bersahabat sejak duduk di bangku SMA. Dua hari lalu Riza pergi menghadap sang Khaliq, penyakit yang dideritanya telah melumpuhkan seluruh saraf.
Sehari sebelum kepergiannya, Riza menitipkan sebuah kado untuk Rasya kepada ibunya. Dan hari ini, dua hari setelah kepergian Riza, tepat di hari ulang tahun Rasya, ibu Riza memberikannya kepada Rasya.
Rasya membuka bungkusan kadonya, kemudian ia membaca secarik kertas beraroma mawar,aroma yang sangat disukai Riza, kertas bertuliskan tulisan tangan Riza yang rapi.
“Selamat ulang tahun Rasya,,,,
Selama ulang tahun sahabatku,,,
Semoga kamu suka Rasya :) :) :)
Mungkin hari ini aku udah gak ada di samping kamu, seperti tahun - tahun sebelumnya,,
Saat kita bisa sama - sama ngerayain ulang tahun kita :)
Tapi aku janji bakal tetap duduk manis di hati kamu
Kamu ingat,,aku pernah bilang
‘suatu saat nanti aku pengen jadi seperti merpati di taman ini, agar aku tetap bisa nemenin kamu kapan aja’
Kamu lihatkan,,merpati – merpati itu akan tetap di sini jagain kamu,,
Kamu jangan sedih ya,,aku selalu ada buat kamu :)...
Salam manis,,
Sahabatmu
Riza
Butiran
bening mengalir dari sudut mata Rasya,,ia teringat wajah pucat Riza yang tetap
tersenyum saat mengucapkan kalimat itu, di taman itu, di tempat yang
sama,begitu juga saat ia terbaring lemah di rumah sakit,,senyuman itu,,senyuman
tulus Riza yang selalu membuat Rasya merasa tentram,,
Rasya mengambil photo frame sebagai kado terakhir dari Riza, ada dua potret di sana. Pertama potret Rasya yang tengah duduk cemberut di pinggir kolam, kedua adalah potret close up Rasya dan Riza sambil memegang kue ulang tahun. Kedua potret itu di ambil Riza satu tahun lalu saat ulang tahun mereka yang ke-18.
Rasya mengambil photo frame sebagai kado terakhir dari Riza, ada dua potret di sana. Pertama potret Rasya yang tengah duduk cemberut di pinggir kolam, kedua adalah potret close up Rasya dan Riza sambil memegang kue ulang tahun. Kedua potret itu di ambil Riza satu tahun lalu saat ulang tahun mereka yang ke-18.
Riza memang
berbakat di bidang photographi, ia berharap menjadi seorang photographer
terkenal suatu saat nanti, namun tuhan berkata lain.
Rasya berpaling dari bungkusan kadonya, seekor merpati putih hinggap di bangku, di sebelah kanan Rasya, tempat dimana Riza selalu duduk saat mereka berdua berada di taman itu.
Rasya tersenyum,,”Terima kasih Rasya,terima kasih sahabatku,,semoga kamu tenang di alam sana..” butiran bening kembali mengalir dari sudut mata Rasya,, ia merasa seakan ada Riza di sampingnya...
***
Rasya berpaling dari bungkusan kadonya, seekor merpati putih hinggap di bangku, di sebelah kanan Rasya, tempat dimana Riza selalu duduk saat mereka berdua berada di taman itu.
Rasya tersenyum,,”Terima kasih Rasya,terima kasih sahabatku,,semoga kamu tenang di alam sana..” butiran bening kembali mengalir dari sudut mata Rasya,, ia merasa seakan ada Riza di sampingnya...
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar